Kisah Nyata - pencurian oleh tuyul

Saturday, June 4, 2011

Kisah ini terjadi di kampung halaman saudara saya,yaitu di daerah Majalengka.Sebut saja kampung tersebut sebagai Kampung Tumaritis.Kisah ini akan menceritakan mengenai pencurian yang dilakukan oleh tuyul atau dengan kata lain maraknya praktek memelihara tuyul.

Belakangan ini,ketentraman kampung Tumaritis sedikit terusik dengan banyaknya warga yang kehilangan uang.Uang yang hilang sebenarnya tidak terlalu besar hanya 1 lembar pecahan uang terbesar.Jadi bila anda mempunyai uang 250ribu di dompet dengan pecahan 50ribu dan 100ribu maka yang hilang adalah pecahan 100ribu,dan hanya 1 lembar yang hilang alias tidak dicuri semuanya.Tentu saja ini sangat aneh dan membuat penasaran,andaikan yang mencurinya adalah manusia maka sangat mustahil pencuri tersebut hanya akan mencuri 100ribu dan meninggalkan 150ribu lainnya di dompet orang yang jadi korban pencuriannya tersebut.Lalu kecurigaan warga kampung Tumaritis pun mengalih kepada tuyul,kenapa tuyul?Karena hanya tuyul yang mencuri uang cuma 1 lembar.


Dan kejadian pencurian oleh tuyul ini pun sempat dialami oleh ibu dari teman saya ini,beliau menyimpan uang di atas meja di kamarnya.Pada saat itu,keadaan rumah dalam keadaan kosong karena suaminya pergi bekerja sedangkan anak-anaknya pergi menginap ke rumah uwaknya.Maka dari itu,semua pintu dikunci dan beliau membaringkan badannya dikasur,mungkin karena kelelahan setelah bekerja seharian membersihkan rumah.Tak terasa beliau pun ketiduran dan setelah cukup lama beliau bermaksud untuk mengambil uang yang tadi disimpan di atas meja.Namun alangkah kagetnya,karena ternyata uangnya telah berkurang 1 lembar.Uang yang hilang adalah sebesar 20ribu.Tidak terlalu banyak memang,namun yang membuat penasaran adalah,kenapa uang tersebut tidak hilang semuanya?Siapa yang mencurinya,sedangkan keadaan rumah sedang kosong dan terkunci?Lalu kenapa harus nominal pecahan terbesar yang hilang?

Hingga saat ini pun,beliau masih belum mengerti bagaimana uang tersebut bisa hilang,Namun menurut tetangganya,itu adalah ulah dari tuyul karena ternyata tidak hanya beliau yang mengalami kehilangan uang.Hampir semua penduduk kampung Tumaritis mengalami kejadian yang sama.Karena hilangnya uang tersebut "cukup tidak masuk akal" sehingga akhirnya seluruh penduduk kampung secara tidak langsung meyakini bahwa itu semua adalah ulah dari Tuyul.

Sejak saat itu,penduduk kampung Tumaritis jika menyimpan uang selalu dibawah Kitab Suci Al-quran untuk mencegah uangnya hilang oleh tuyul.

Namun ada sebuah kejadian menarik,salah satu tetangga dari ibu teman saya tersebut,yaitu seorang nenek-nenek yang sudah menjanda,kehilangan uang padahal uang tersebut sudah disimpan dibawah Al-quran.Apakah Tuyul tidak takut terhadap Al-quran?Atau kah Solat dan Mengaji ikut andil dalam mengusir tuyul?Sehingga Al-quran saja tidak akan mampu mengusir tuyul jika tidak dibarengi dengan solat 5 waktu dan mengaji.Atau ada cara lain untuk mengusir atau menangkap tuyul?